Meitasari
“Meskipun hanya sebentar setidaknya aku
pernah mencintaimu”
2 bulan lalu
sebelum semua peristiwa ini terjadi, bayangan indah masa-masa yang telah kita
lalui saat bersama muncul begitu saja di benakku.
Semula berawal
saat aku mengenalnya, dia temen satu kelas dengan ku namanya Meita. Dia adalah
salah satu gadis cantik dan merupakan anak orang kaya di kota ini. Aku baru
sadar dan mngerti ternyata hatiku menyimpan perasaan ke meita, ketika itu saat
pesta ulang tahun yang begitu meriah dirumahnya. Kami temen satu kelas
diundang, pesta itu sungguh megah, banyak hiasan-hiasan pesta, makanan serta
musik yang merdu diseluruh ruangan pesta. Seperti seorang bidadari meita begitu
cantik memakai gaun merah muda berjlan anggun
melewati ku. Seketika itu hati ku bergetar melihatnya, begitu berbeda
malam itu meita sungguh cantik. Dibanding saat berada di kelas seperti
biasanya.
Malam itu mungkin
sebuah keberuntunganku bisa dekat dengan meita, ya mungkin selama ini aku
memang dekat dengan meita, geng meita aku sudah terlalu akrab dengan mereka.
Ada Ana, Ninin dan juga Taya. Haha kami selalu gila-gila an bersama. Pesta
berjalan dengan meriah dan tak kusangka, sebelum pesta berakhir sebuah kertas
berwarna merah muda, diberikan Ninin kepadaku. “Apa ini Nin?” tanya ku
penasaran, “Ya lihat aja sendiri aku juga engak tau”?jawab Ninin dengan tatapan
yang aneh. Dan sebelum kubaca isi tulisan di kertas itu, meita sudah beranjak
pergi meninggalkan ku.
“Van, entah apa yang terjadi dengan
perasaanku ini, hari ini aku sungguh bahagia karena hari ini aku berulangtahun,
namun hatiku masih merasa ada yang kurang, rasanya dalam hati ini terasa hampa.
Aku tidak berharap hadiah yang spesial dari mu. Aku hanya ingin memiliki mu
Van. Aku cinta kamu Van”
Tulisan itu
begitu singgkat, langsung aku sentak terkejut ternyata meita mencintaiku. Oh..,
ya tuhan apa yang sebenarnya terjadi, apa aku bermimpi dan masih tidur, hemm
seperti melayang rasanya membaca pesan dari meita malam itu. Kesempatan ini
tidak ku sia-sia kan., sebelum bayangan meita semakin menjauh ke kejar dia, dan
ditengah keraimaian pesta ku beranikan diri untuk menyatakan cinta ke meita. Ke
kujar meita, dan ku pegang tangannya, layaknya seorang lelaki sejati seperti
kutirukan gaya adegan di film-film cinta. Lalu aku setengah jongkok., sambil ku
hadiah kan sekuntum bungan mawar yang memang sudah ke persiapkan, dan acara
penembakan dadakan ini sunguh seru., seluruh tamu undangan bersorak riang.
“mei., sebenernya
aku juga menyimpan rasa yang sama sepertimu, aku juga mencintaimu dan maukah
engkau menjadi pacarku” wajah mei terlihat tersipu malu dengan mata yang
berkaca-kaca terharu mendengar ucapanku tadi. “benarkah Van, kamu juga
mencintai ku?” balas mei “Apa aku bercanda?” jawabku, tanpa berkata lagi mei
langsung memeluk tubuhku dan terharu “Aku sayang kamu van” bisik mei di
telingaku., malam itu rasanya aku sangat bahagia sekali. Dan itulah awal kisah
ku dengan mei.
®®®®®®®®®®
Hari-hari begitu
indah ku jalani bersama mei, mei selalu menyemangati ku. Dia sungguh manis,
manja tapi juga luar biasa. Aku sangat menikmati hubungan kami. Seperti 1 bulan
sebelum peristiwa itu terjadi.
Tepat 1 bulan
setelah kami jadian. Malam minggu yang berkesan saat kami jalan bersama dan duduk
berdua di pinggir kali dan menikmati bulan purnama yang indah. Mei duduk
disampingku dan menyandarkan kepalanya di pundakku, rambutnya yang terurai
panjang dan sedikit bergelombang hemm aroma yang khas ku belai rambutnya. “Van
aku pengin nanya sesuatu ..,” tiba-tiba mei berkta pelan sambil menatap wajah
ku. “Apa mei, ?” aku balik bertanya penasaran. “Van kamu mau berjanji gak demi
aku” mei terlihat serius dan menggenggam tangan kiriku dengan kuat. “iya mei
apa pun akan ku lakukan demi bidadari secantik kamu” goda ku. “Van, kamu harus
berjanji untuk terus ceria menjalani hidup ini, apapun yang terjadi.’’ Mei
terlihat sendu. “memang kenapa mei, aku kan terus ceria mei aku akan selalu
ceria karena ada bidadari yang selalu menemani aku.” Van..,” mei berhenti dan
tidak berkata dan menatap wajahku dalam-dalam dan memeluk tubuh ku. Aku sayang
kamu Van., bisik mei lirih di telingaku.
Sayang mungkin
itulah malam minggu ter-indah yang pernah kurasakan bersama mei. Dua minggu
setelah malam itu, hal yang tidak pernah keinginkan terjadi. Mei yang selama
ini selalu menemani ku, mei yang selalu ceria, mei yang selalu menyemangatiku,
mei yang segalanya untuk ku. Mei.., mei mengalami musibah kecelakaan yang
sangat parah. Mobil yang dikendarai oleh keluarga mei jatuh ke jurang,
beruntung tidak ada yang meninggal, namun setelah kejadian itu, mei sampai
sekarang masih belum sadar dari komanya.
Sudah dua minggu
ini, aku selalu rutin setiap pulang sekolah menjenguk mei dirumah sakit. Aku
selalu menuggunya, berharap dia segera sadar dari koma, berharap aku bisa
melihat mei tersenyaum riang, berharap untuk bisa bersama kembali menikmati
kenangan-kenangan indah itu lagi. Aku semakin cemas ketika dokter berkata bahwa
kemungkinan mei untuk sembuh adalah sebuah keajaiban karena mei mengalami
pendarahan yang cukup parah di otaknya.
Mei., bangunlah
mei., untuk sekedar menyapaku, bangunlah mei, tersenyumlah padaku. Ku dekap
telapak tangan mei, mei ayolah mei. Hatiku bicara sendiri dan mentap cemas
semoga tuhan memberikan keajaibanya padaku. Dan tiba-tiba tangan mei bergerak
pelan, ya tuhan.., mata mei bergerak pelan dan terbuka. Mei ya mei mulai sadar
dari koma., aku semakin bersemangat. Mei sepertinya ingin bicara padaku, lalu
kubuka penutup oksigen yang menutupi hidung dan mulutnya.
“Van..,
Ichvan..”suara mei lirih memanggil namaku. “iya mei., aku akan selalu menunggu
mei”jawab ku. “Van terima kasih atas kebahagian yang telah kamu berikan selama
ini., aku sangat bersyukur bisa mengenalmu Van, maafkan aku Van, mungkin kita
tak bisa bersama lagi, Van berjanjilah untuk selalu ceria, masih ada kebahagian
yang akan datang padamu Van, percayalah”. Aku kaget mendengar kata-kata mei
tadi., “mei jangan bilang begitu mei, kita masih bisa bersama jalan bersama
lagi, bermain bersama dan menikmati bulan purnama bersama”aku mencoba
membalasnya. Tangan mei ku genggam erat-erat.,”Van” dan sebelum mei benar-benar
pergi, mei tersenyum padaku. Aku seperti tidak percaya dengan kenyataan ini,
mengapa mengapa? Begitu singkat sekali? 2 bulan yang indah bersama mei kini
telah berkahir untuk selama-lamanya.
Mei meskipun hanya sebentar setidaknya aku pernah
mencintaimu
By: R_R
0 comments:
Post a Comment