Pages

Monday, March 18, 2013

Eline


Ellinee..
Pikiranku masih saja tidak tenang, entah kenapa bisa seperti ini. Aktivitasku berjalan seperti biasanya, tak ada yang spesial, sama sekali. Terlalu “alay” aku menyebutnya jika pertemuan tadi pagi, itu sebagai hal yang spesial. Perjalanan menuju kampus, melewati jalan yang setiap hari kulewati. Sama seperti hari-hari kemarin, kemarinya lagi bahkan tetap sama seperti setahun yang lalu saat aku baru mengenal daerah ini. Melawati gang sempit lorong rumah penuh kaca, dan setiap kali aku lewat gang ini adalah kebiasaan untuk berkaca, sedikit bergaya bak pangeran yang akan menjemput sang puteri. Hiburan melewati lorong di gang ini, ada kicauan burung kenari di pojok gang pemilik rumah ini, dan setiap melewatinya seolah burung kenari itu seperti mengucapkan selamat pagi padaku. Cantik sekali secantik warna bulu yang menghiasinya.
                Dan tak terasa, ada 4 belokan udah aku lewati, namun sejatinya setiap kita berjalan hanya ada 2 belokan meskipun kita menghitungnya lebih dari 2, tahu engak kenapa?karena sejatinya belokan jalan itu hanya ada 2 yaitu belok kanan dan belok kiri. Aspal jalan ini masih terlihat basah oleh air hujan malam tadi, ya memang dua hari terakhir, setiap sore hujan deras selali mengguyur wilayah kota ini. Bahkan semalem hujan deras disertai angin dan juga petir. Sekitar tepi jalan masih terlihat sampah berserakan bekas kena air hujan. Didepan ada belokan terakhir sebelum aku sampai kejalan raya depan kampus. Dari ujung aku berjalan santai dan sedikit kuperhatikan sepertinya aku kenal dengan sosok perempuan yang berjalan cepat-cepat di depan ku.
                Dugaanku tidak salah, ya tidak salah lagi itu Eline, salah satu temen yang kebetulan sekelas denganku. Dan pertemuan pagi itu, ah seperti seolah bertemu dengan orang yang spesial, msih terlalu pagi untuk mengatakan ini sebuah kesempatan, jangan terlalu GR alias gede rasa ini mungkin hanya sebuah kebetulan, lagian kostnya Eline ka memang di gang terkahir ini.  Dan sebelum  kami berdua menyebrang jalan aku sempat memperhatikan sekilas wajahnya yang sok cuek tapi tetep terlihat manis dengan dandanan yang simpel elegan. Kami menyebrang sendiri-sendiri terlalu “wow” kalo sampai kami bergandengan tangan iya kan??..
                Setelah sampai sebrang jalan, lalu kau coba menyapa Eline. Hemm khas bau parfum yang menyengat hidung langsung menelusup indra penciumannku, merangsang otakku dan memberi pesan bahwa inilah aroma parfum seorang cewek yang “wow” amazing, apa Eline mandinya hanya pakai parfum gak pakai air haha.
                “pagi Eline, tumben kok sendiri, kok enggak bareng sama Aida??” aku mencoba memecah suasana untuk bertanya pada Eline.
                “enggak kok, aku buru-buru jadi gak bisa bareng Aida, aku mau Presentasi” jawabnya singkat
                “hemm gitu ya, tak kira kalo lagi ada masalah hehe” canda ku kepadanya, namun eline seolah tak menganggap aku. Huh dasar cewek sombong sok kecantikan loe, padahal biasa aja cuma menang bodi.
                Sepanjang jalan, meskipun kami bersama eline sengaja jalan sedikt cepat di depan ku. Ok, jalan sana sendiri aku juga gak mau kalo nanti ada gosip yang enggak-enggak pas ketemu temen-temen, gumamku dalam hati.
Setelah sampai kelas ya biasa aja, huh saat dia maju presentasi, aku cuekin aja, lagian aku juga males bertanya. Ngapain, untuk mata kuliah ini kan yang penting masuk dan sudah ambil jatah bertanya dan menjawab so..tenang aja. Berdiam diri terkadang lebih baik dari pada sok cari perhatian. Kayak Fadil, yang lagaknya sok intelek, padahal yang di omongkan hanya mbulet tok, malah bikin bingung.
Dalam suasan seperti ini, menengok kebelakang mungkin lebih baik sedikit mencuri pandang kepada Rina, gadis imut dikelas ini, meskipun dulu aku sempat dekat dengan Rina namun sekarang udah enggak lagi. Ya mending aku dulu pernah dekat dengan rina meskipun tak dapat memilikinya. Eh kembali ke topik sekarang adalah Eline. Gadis yang baru 3 bulan ini aku mulai dekat dengannya. Pernah sih bebrapa waktu yang lau kami kencan pdkt pertama, ya gitu dia terlihat menarik.
♪♪♪♪♪
2 bulan yang lalu. 2 bulan yang lalu kondisi kelas kami berubah. Kebijakan program yang gak jelas membuat situasi semakin membuat semua penuh tanda tanya. Bidang akademik fakultas juga bingung gara-gara ulah sekretaris jurusan yang mencoba trobosan baru yaitu membuat prodi bidang peminatan. Sayangany ide dari sekretarisjurusan ini kurang realisasi kepada para mahasisiwa khususnya pada anggakatan semester kami. Dan hasil dari kurangnya sosialisasi tersebut membuat kami satu anggkatan meresa dipermainkan. Bagaimana tidakcoba bayangkan saja, jika satu kelas diisi oleh lebig dari 50 mahasiswa.
Sedikit ganjalan ini adalah awal pertemuan kami. Kelasku menjadi kelas raksasa yang memuat banyak mahasiswa. Justru disini awalnya aku bertemu dengan Eline, ya Eline salah satu  mahasiswi yang mengalami akibat perpindahan kelas gara-gara kebijakan baru tersebut. Mau tidak mau semua berubah, bercampurnya 2 kelas dalam satu kelas. Inilah kesalahan yang seharusnya dijadikan pelajaran untuk semester berikutnya.
Awalnya seh kondisi ini sangat tidak nyaman bahkan terlalu wow, bagi ku. Namun dengan seiring berjalannya waktu, kondisi ini jadi terliihat biasa. Apalagi setelah aku tahu kalo ternyata ada beberapa anak cewek yang manis dan cantik dari tetangga sebelah, sebagian seh dah kenal namun beberapa merupakan wajah baru yang ku kenal, yah meskipun kami tetangga namun kami jarang ketemu dan saling mengenal.
Baiklah inilah mula permasalahan dan kenapa hingga malam ini aku sulit untuk memejamkan mata. Ada salah saru cewek yang memang seh wajahnya mirip dengan teman SMA ku dulu, dan kebetulan juga kami bisa satu kelompaok dalam bebrapa mata kuliah dan karena aku juga mempunyai posisi yang strategis makan perkenalan pun terjadi. Tukar nomor hp pun terjadi dan komunikasi sedikit demi sedikit terjalin. Situasi iniliah yang membuat aku mempuanyai perasaan kepada Eline. Pernah suatu malam aku jemput dia, untuk sekedar manghibur diri jalan-jalan ke kampus. Aku jemput dia di kostnya. Dia pun seolah memberi sinyal positif untuk aku deketin, ok pucuk dicinta ulam pun tiba.
Lama-kelamaan hubungan kami semakin dekat. Namun entah kenapa sejak makan bersama bulan lalu, dengan anak-anak kami seolah gimana gitu, mungkin aku sendiri yang terlalu lama untuk membicarakan ini kapada Eline, atau mungkin juga ada suatu haal yang mencurigakan menurutku. Dari info temen dekatnya seh, si Aida kalo Eline masih jomlo, namun aku sedikit curiga karena Eline kok begitu dekatnya dengan Fadil seolah mereka mempunyai hubungan iatimewa yang sengaja mereka rahasiakan.
Pukul 23.14 mataku masih belum terpejam mengingat semua peristiwa yang telah berlalu. Oh Tuhan kenapa hubungan cintaku dengan Eline bisa ruwet seperti ini, peristiwa tadi pagi. Pengakuan 3 minggu lalu saat aku coba beranikan diri mengutarakan isi hati padanya dan memberikan hadiah sebuah novel. Ya semoga itu bisa jadi kenangan indah untuknya. Eline, mungkin memang membiarkanmu menjauh lebih baik daripada harus berpura-pura saling mencintai.  Selamat malam semoga engkau bahagia dengan jalan yang kau pilih.

0 comments:

Post a Comment

 

Blogger news

Blogroll

About